Label:

Sayembara Asisten Harimau

Di sebuah hutan belantara, hidup sekumpulan binatang yang dipimpin oleh seekor harimau jantan yang kuat dan perkasa. Raja hutan tersebut bertugas melindungi dan mengawasi keadaan hutan dari segala ancaman yang membahayakan jiwa binatang-binatang di hutan tersebut.

Harimau tersebut harus mengawasi semua kondisi hutan tempatnya tinggal beserta perubahan yang terjadi di sekitarnya, mulai dari wilayah darat, laut, dan udara. Karena ia merasa kecapean melakukan tugas itu seorang diri, ia memutuskan untuk mencari asisten. Asisten itu nantinya akan membatu ia menjaga hutan belantara tersebut.

Tibalah saatnya ia mengumumkan ke semua binatang tentang rencana pengangkatan asistennya. Ia kumpulkan semua binatang di sebuah padang rumput luas yang hijau di dekat sungai. Semua binatang berduyun-duyun datang dengan rasa penasaran yang luar biasa. Mereka bertanya-tanya tentang maksud rajanya mengumpulkan semua binatang.

Tidak berapa lama, semua binatang hampir lengkap. Binatang darat seperti srigala, singa, gajah, jerapah, anjing, kucing hutan, kelinci, ular, rusa, ayam, badak, beruang, kera, dan gorila telah berkumpul. Begitu pun binatang air seperti kodok, buaya, kepiting, dan ikan yang mendengarkan di pinggir sungai. Tak ketinggalan binatang udara pun seperti burung nuri, gagak, elang, camar, kupu-kupu, dan kelelawar sudah bersiap di sekitar padang rumput.

Harimau berdiri dengan gagahnya di tengah kerumunan warganya, kemuadian ia memulai pengumumannya:
“Wahai saudara-saudaraku, mungkin kalian bertany-tanya maksud dikumpulkannya semua penghuni hutan ini. “ Harimau berhenti sesaat.

“Begini, aku telah lama menjadi pemimpin di belantara tercinta kita ini, dan semakin hari perubahan hutan semakin terlihat, mulai dari tanah longsor, air banjir, atau pun adanya orang asing yang mulai menginjak wilayah kekuasasan kita. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mencari asisten yang bertugas membantuku mengawasi hutan ini.” Harimau memulai pengumumannya dengan tenang.

“Lalu siapa yang akan menjadi asistenmu?” Srigala bertanya penuh semangat.

“Belum ada, aku akan mengadakan sayembara” Harimau menjawab tegas.

Seketika keriuhan terjadi. Semua binatang berbicara satu sama lain mengomentari sayembara yang akan diadakan oleh pimpinan mereka.

“Begini, asistenku akan dipilih langsung oleh semua binatang di hutan ini. Siapa yang mendapatkan suara terbanyak, itulah yang akan menjadi asistenku. Sekarang, siapa yang ingin dicalonkan menjadi asistenku?” Harimau melihat ke sekeliling.

Dengan sigap, srigala maju ke depan dan berkata,
“Aku ikut dalam pemilihan ini, aku pasti bisa menjadi asistenmu, Paduka raja.” Serigala berkata penuh keyakinan.

Tiba-tiba kelinci maju dan bertkata, “Paduka raja, adakah kriteria kusus untuk mencalonkan diri menjadi asistenmu?”

“Hmm, semua bisa mencalonkan diri asalkan ia bisa meyakinkan seluruh penghuni belantara ini bahwa ia memang pantas menjadi asistenku untuk menjaga hutan ini.” Harimau menjawab dengan bijak.

Lalu ia melanjutkan, “Calon-calon itu nanti harus berkampanye untuk mencari dukungan.”

“Aku ingin ikut pemilihan Paduka,” Buaya yang sejak tadi diam mulai bersuara.

“Ada lagi?” Harimau melihat ke sekeliling.

Semua binatang diam, mereka merasa bahwa yang akan menjadi asisten Harimau, haruslah binatang yang benar-benar kuat.

“Aku ikut, paduka” seekor burung merpati kecil tiba-tiba muncul dari semak belukar.

Seketika hampir semua binatang yang ada di sana tertawa. Mereka tidak menyangka seekor merpati kecil berani ikut seleksi asisten harimau. Apalagi merpati itu termasuk salah satu binatang yang lebih senang bepergian daripada tinggal lama di hutan.

“Hei merpati, lihatlah sainganmu, mereka adalah binatang-binatang buas yang ditakuti, kalau kau? Apa yang bisa kau perbuat?” Seekor jerapah berkata sambil tertawa.

“Aku akan mencoba yang terbaik.” Sahut merpati dengan tenang.

“Baiklah, sudah ada tiga peserta sayembara, apakah ada lagi?” Harimau memotong perdebatan binatang-binatang itu.

“Sekarang ketiga peserta sayembara harus berpidato meyakinkan kita semua tentang kemampuannya untuk menjadi asisten, dimulai dari srigala.” Raja hutan itu menyuruh srigala maju ke tengah-tengah padang rumput.

Dengan gaya angkuh, srigala berjalan lalu memutar tubuhnya melihat ke sekeliling. Lalu ia memulai kata-katanya.

“Aku ini binatang kuat, bisa menggigit dan mencakar, sehingga aku pastikan hutan ini aman dari pemburu-pemburu liar.’ Ucap serigala diiringi teriakan dukungan dari binatang lainnya.

Setelah itu, buaya mulai maju ke tengah. Dengan mengibas-ngibaskan ekornya yang besar dan kuat, ia mulai angkat bicara.

“Semua binatang tahu kalau aku ini penguasa perairan di sungai ini, jadi tak ada keraguan tentang kemampuanku menjaga hutan ini.” Jelas buaya yang juga diikuti sorak sorai binatang lain.

Lalu tiba giliran merpati. Ia terbang dan kemudian bertengger di sebuah batu besar di tengah padang rumput.

“Aku tak akan berjanji apa-apa, tapi satu hal, semua wilayah perairan, daratan, dan udara bisa aku awasi dari atas dengan kemampuan terbangku.” Demikian penjelasan singkat burung merpati yang disambut sorak-sorai serta kicauan burung lainnya.

“Baiklah, sekarang aku beri waktu 5 hari untuk mengumpulkan dukungan. Ketiga peserta boleh mencari dukungan dengan cara apapun. Pada hari ke tujuh nanti, semua berkumpul kembali di sini dan melakukan pemilihan secara langsung.” Harimau mengakhiri pertemuan itu dengan pengumuman lanjutannya.

Semua binatang bubar. Srigala, buaya,dan merpati harus memikirkan cara mencari dukungan.

Keesokan harinya terlihat Buaya lebih sering berjemur dan bercakap-cakap dengan binatang lainnya, bahkan binatang kecil sekalipun. Srigala pun lebih sering terlihat membagi-bagikan buah-buahan pada binatang yang lainnya. Buaya dan srigla itu sedang mencoba mencai simpati dengan membagi-bagi makanan dan bercakap-cakap dengan binatang lainnya. Hanya merpati yang bertingkah laku biasa saja, tidak ada aktifitasnya yang menonjol.

5 hari telah berlalu. Semua binatang berkumpul pada pagi hari di padang rumput yang sama. Harimau mengaum dan berdiri tegak di tengah arena.

“Sekarang, tiba saatnya pemilihan. Ketiga peserta sayembara, silahkan berdiri berjejer. Begitu aku beri aba-aba, setiap binatang silahkan berbaris di belakang peserta yang dipilihnya.” Harimau memberi komando.
Srigala, Buaya, dan merpati berjejer dengan jarak yang cukup jauh satu sama lainnya. Lalu harimau memberi komando,

“Wahai saudara-saudaraku, pilihlah peserta yang menurut kalian pantas menjadi asistenku.”

Satu persatu binatang mulai mendekati salah satu dari ketiga peserta sayembara. Awalnya srigala memiliki pengikut yang lebih banyak, tapi kemudian buaya pun mulai menyusul jumlah pendukungnya. Yang paling mengherankan, merpati ternyata diikuti jumlah binatang yang lebih besar, mulai dari semut, kupu-kupu, dan bahkan binatang lainnya yang lebih besar seperti gajah dan badak, mereka memilih merpati.

Setelah semua binatang berada pada pilihannya, harimau memperhatikan sekilas seraya menghitung. Hasilnya sangat mengagetkan, merpati memperoleh dukungan yang lebih banyak, bahkan dari binatang yang kuat seperti badak pun memilihnya.
Srigala dan buaya terheran-heran, begitu pun dengan harimau.

“Hei merpati, sebenarnya tipuan apa yang kau berikan pada binatang di rimba ini. Bagaimana mungkin Pak Badak yang kuat mendukungmu?” Srigala bertanya dengan tatapan iri.

“Hei srigala, aku memilih merpati karena dia tahu semua jenis binatang di sini, bahkan mengenalnya, sehingga, kami yakin ia bisa menjaga kawasan hutan ini dari udara.” Seekor badak angkat suara.

“Bagaimana mungkin kamu mengenal semua binatang di hutan ini merpati?” Buaya bertanya penasaran.

“Tentu bisa, karena aku menggunakan facebook untuk menambah teman dan berbagi informasi tentang keadaan sekitar hutan ataupun keadaan yang membahayakan. Sehingga, dari jarak jauh pun aku bisa memberi tahu informasi bahaya yang mungkin mengancam.

“Ooh,” serempak harimau, buaya, srigala, dan binatang lainnya manggut-manggut.

“Satu hal lagi paduka Raja” Merpati menambahkan,

“Jika memang aku dilantik menjadi asistenmu, aku pasti akan mengawasi hutan ini dari atas dengan pantauan tajamku dan mengabarkannya lewat facebook ke semua binatang di sini. Tapi aku juga mempunyai ide lain, yaitu biarkan srigala dan buaya pun menjadi asisten Paduka Raja, karena hutan ini dibagi tiga tempat , yaitu darat, laut, dan udara. Udara bisa aku kuasai, untuk perairan, sepertinya akan lebih baik jika pak buaya pun mejadi assisten di perairan, dan pak srigala menjadi asisten untuk di darat, sehingga semua tempat bisa dipantau dengan sempurna. Bagaimana paduka raja?’ merpati berkata panjang lebar.

Harimau dn binatang lainnya berpikir.

“Ternya tak salah mereka memlih binatang cerdik sepertimu, baiklah idemu aku terima,. Srigala, kau menjadi asistenku di darat, buaya kau menjadi asistenku di air, dan merpati kau pantaulah semua wilayah dari udara.

Akhirnya sayembara itu berakhir bahagia bagi semua peserta dan semua binatang di sana. Berkat kecerdikan merpati dan pertemanannya yang luas dari facebook, tak ada yang dirugikan pada pemilihan itu, dan hutan itu pun dapat dijaga dengan baik.



2 komentar:

  1. Semangat. ^_^ bagus ceritanya, lam kenal yah, ikutan lomba juga khan

    BalasHapus
  2. Makasih ya udah baca n comment :). Salam kenal jg. Cerita di blog situ jg bagus, unik...:)

    BalasHapus

Senin, 28 Maret 2011

Sayembara Asisten Harimau

Diposting oleh Wishing-L di 23.59
Di sebuah hutan belantara, hidup sekumpulan binatang yang dipimpin oleh seekor harimau jantan yang kuat dan perkasa. Raja hutan tersebut bertugas melindungi dan mengawasi keadaan hutan dari segala ancaman yang membahayakan jiwa binatang-binatang di hutan tersebut.

Harimau tersebut harus mengawasi semua kondisi hutan tempatnya tinggal beserta perubahan yang terjadi di sekitarnya, mulai dari wilayah darat, laut, dan udara. Karena ia merasa kecapean melakukan tugas itu seorang diri, ia memutuskan untuk mencari asisten. Asisten itu nantinya akan membatu ia menjaga hutan belantara tersebut.

Tibalah saatnya ia mengumumkan ke semua binatang tentang rencana pengangkatan asistennya. Ia kumpulkan semua binatang di sebuah padang rumput luas yang hijau di dekat sungai. Semua binatang berduyun-duyun datang dengan rasa penasaran yang luar biasa. Mereka bertanya-tanya tentang maksud rajanya mengumpulkan semua binatang.

Tidak berapa lama, semua binatang hampir lengkap. Binatang darat seperti srigala, singa, gajah, jerapah, anjing, kucing hutan, kelinci, ular, rusa, ayam, badak, beruang, kera, dan gorila telah berkumpul. Begitu pun binatang air seperti kodok, buaya, kepiting, dan ikan yang mendengarkan di pinggir sungai. Tak ketinggalan binatang udara pun seperti burung nuri, gagak, elang, camar, kupu-kupu, dan kelelawar sudah bersiap di sekitar padang rumput.

Harimau berdiri dengan gagahnya di tengah kerumunan warganya, kemuadian ia memulai pengumumannya:
“Wahai saudara-saudaraku, mungkin kalian bertany-tanya maksud dikumpulkannya semua penghuni hutan ini. “ Harimau berhenti sesaat.

“Begini, aku telah lama menjadi pemimpin di belantara tercinta kita ini, dan semakin hari perubahan hutan semakin terlihat, mulai dari tanah longsor, air banjir, atau pun adanya orang asing yang mulai menginjak wilayah kekuasasan kita. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mencari asisten yang bertugas membantuku mengawasi hutan ini.” Harimau memulai pengumumannya dengan tenang.

“Lalu siapa yang akan menjadi asistenmu?” Srigala bertanya penuh semangat.

“Belum ada, aku akan mengadakan sayembara” Harimau menjawab tegas.

Seketika keriuhan terjadi. Semua binatang berbicara satu sama lain mengomentari sayembara yang akan diadakan oleh pimpinan mereka.

“Begini, asistenku akan dipilih langsung oleh semua binatang di hutan ini. Siapa yang mendapatkan suara terbanyak, itulah yang akan menjadi asistenku. Sekarang, siapa yang ingin dicalonkan menjadi asistenku?” Harimau melihat ke sekeliling.

Dengan sigap, srigala maju ke depan dan berkata,
“Aku ikut dalam pemilihan ini, aku pasti bisa menjadi asistenmu, Paduka raja.” Serigala berkata penuh keyakinan.

Tiba-tiba kelinci maju dan bertkata, “Paduka raja, adakah kriteria kusus untuk mencalonkan diri menjadi asistenmu?”

“Hmm, semua bisa mencalonkan diri asalkan ia bisa meyakinkan seluruh penghuni belantara ini bahwa ia memang pantas menjadi asistenku untuk menjaga hutan ini.” Harimau menjawab dengan bijak.

Lalu ia melanjutkan, “Calon-calon itu nanti harus berkampanye untuk mencari dukungan.”

“Aku ingin ikut pemilihan Paduka,” Buaya yang sejak tadi diam mulai bersuara.

“Ada lagi?” Harimau melihat ke sekeliling.

Semua binatang diam, mereka merasa bahwa yang akan menjadi asisten Harimau, haruslah binatang yang benar-benar kuat.

“Aku ikut, paduka” seekor burung merpati kecil tiba-tiba muncul dari semak belukar.

Seketika hampir semua binatang yang ada di sana tertawa. Mereka tidak menyangka seekor merpati kecil berani ikut seleksi asisten harimau. Apalagi merpati itu termasuk salah satu binatang yang lebih senang bepergian daripada tinggal lama di hutan.

“Hei merpati, lihatlah sainganmu, mereka adalah binatang-binatang buas yang ditakuti, kalau kau? Apa yang bisa kau perbuat?” Seekor jerapah berkata sambil tertawa.

“Aku akan mencoba yang terbaik.” Sahut merpati dengan tenang.

“Baiklah, sudah ada tiga peserta sayembara, apakah ada lagi?” Harimau memotong perdebatan binatang-binatang itu.

“Sekarang ketiga peserta sayembara harus berpidato meyakinkan kita semua tentang kemampuannya untuk menjadi asisten, dimulai dari srigala.” Raja hutan itu menyuruh srigala maju ke tengah-tengah padang rumput.

Dengan gaya angkuh, srigala berjalan lalu memutar tubuhnya melihat ke sekeliling. Lalu ia memulai kata-katanya.

“Aku ini binatang kuat, bisa menggigit dan mencakar, sehingga aku pastikan hutan ini aman dari pemburu-pemburu liar.’ Ucap serigala diiringi teriakan dukungan dari binatang lainnya.

Setelah itu, buaya mulai maju ke tengah. Dengan mengibas-ngibaskan ekornya yang besar dan kuat, ia mulai angkat bicara.

“Semua binatang tahu kalau aku ini penguasa perairan di sungai ini, jadi tak ada keraguan tentang kemampuanku menjaga hutan ini.” Jelas buaya yang juga diikuti sorak sorai binatang lain.

Lalu tiba giliran merpati. Ia terbang dan kemudian bertengger di sebuah batu besar di tengah padang rumput.

“Aku tak akan berjanji apa-apa, tapi satu hal, semua wilayah perairan, daratan, dan udara bisa aku awasi dari atas dengan kemampuan terbangku.” Demikian penjelasan singkat burung merpati yang disambut sorak-sorai serta kicauan burung lainnya.

“Baiklah, sekarang aku beri waktu 5 hari untuk mengumpulkan dukungan. Ketiga peserta boleh mencari dukungan dengan cara apapun. Pada hari ke tujuh nanti, semua berkumpul kembali di sini dan melakukan pemilihan secara langsung.” Harimau mengakhiri pertemuan itu dengan pengumuman lanjutannya.

Semua binatang bubar. Srigala, buaya,dan merpati harus memikirkan cara mencari dukungan.

Keesokan harinya terlihat Buaya lebih sering berjemur dan bercakap-cakap dengan binatang lainnya, bahkan binatang kecil sekalipun. Srigala pun lebih sering terlihat membagi-bagikan buah-buahan pada binatang yang lainnya. Buaya dan srigla itu sedang mencoba mencai simpati dengan membagi-bagi makanan dan bercakap-cakap dengan binatang lainnya. Hanya merpati yang bertingkah laku biasa saja, tidak ada aktifitasnya yang menonjol.

5 hari telah berlalu. Semua binatang berkumpul pada pagi hari di padang rumput yang sama. Harimau mengaum dan berdiri tegak di tengah arena.

“Sekarang, tiba saatnya pemilihan. Ketiga peserta sayembara, silahkan berdiri berjejer. Begitu aku beri aba-aba, setiap binatang silahkan berbaris di belakang peserta yang dipilihnya.” Harimau memberi komando.
Srigala, Buaya, dan merpati berjejer dengan jarak yang cukup jauh satu sama lainnya. Lalu harimau memberi komando,

“Wahai saudara-saudaraku, pilihlah peserta yang menurut kalian pantas menjadi asistenku.”

Satu persatu binatang mulai mendekati salah satu dari ketiga peserta sayembara. Awalnya srigala memiliki pengikut yang lebih banyak, tapi kemudian buaya pun mulai menyusul jumlah pendukungnya. Yang paling mengherankan, merpati ternyata diikuti jumlah binatang yang lebih besar, mulai dari semut, kupu-kupu, dan bahkan binatang lainnya yang lebih besar seperti gajah dan badak, mereka memilih merpati.

Setelah semua binatang berada pada pilihannya, harimau memperhatikan sekilas seraya menghitung. Hasilnya sangat mengagetkan, merpati memperoleh dukungan yang lebih banyak, bahkan dari binatang yang kuat seperti badak pun memilihnya.
Srigala dan buaya terheran-heran, begitu pun dengan harimau.

“Hei merpati, sebenarnya tipuan apa yang kau berikan pada binatang di rimba ini. Bagaimana mungkin Pak Badak yang kuat mendukungmu?” Srigala bertanya dengan tatapan iri.

“Hei srigala, aku memilih merpati karena dia tahu semua jenis binatang di sini, bahkan mengenalnya, sehingga, kami yakin ia bisa menjaga kawasan hutan ini dari udara.” Seekor badak angkat suara.

“Bagaimana mungkin kamu mengenal semua binatang di hutan ini merpati?” Buaya bertanya penasaran.

“Tentu bisa, karena aku menggunakan facebook untuk menambah teman dan berbagi informasi tentang keadaan sekitar hutan ataupun keadaan yang membahayakan. Sehingga, dari jarak jauh pun aku bisa memberi tahu informasi bahaya yang mungkin mengancam.

“Ooh,” serempak harimau, buaya, srigala, dan binatang lainnya manggut-manggut.

“Satu hal lagi paduka Raja” Merpati menambahkan,

“Jika memang aku dilantik menjadi asistenmu, aku pasti akan mengawasi hutan ini dari atas dengan pantauan tajamku dan mengabarkannya lewat facebook ke semua binatang di sini. Tapi aku juga mempunyai ide lain, yaitu biarkan srigala dan buaya pun menjadi asisten Paduka Raja, karena hutan ini dibagi tiga tempat , yaitu darat, laut, dan udara. Udara bisa aku kuasai, untuk perairan, sepertinya akan lebih baik jika pak buaya pun mejadi assisten di perairan, dan pak srigala menjadi asisten untuk di darat, sehingga semua tempat bisa dipantau dengan sempurna. Bagaimana paduka raja?’ merpati berkata panjang lebar.

Harimau dn binatang lainnya berpikir.

“Ternya tak salah mereka memlih binatang cerdik sepertimu, baiklah idemu aku terima,. Srigala, kau menjadi asistenku di darat, buaya kau menjadi asistenku di air, dan merpati kau pantaulah semua wilayah dari udara.

Akhirnya sayembara itu berakhir bahagia bagi semua peserta dan semua binatang di sana. Berkat kecerdikan merpati dan pertemanannya yang luas dari facebook, tak ada yang dirugikan pada pemilihan itu, dan hutan itu pun dapat dijaga dengan baik.



2 komentar on "Sayembara Asisten Harimau"

Anonim mengatakan...

Semangat. ^_^ bagus ceritanya, lam kenal yah, ikutan lomba juga khan

Wishing-L on 31 Maret 2011 pukul 19.18 mengatakan...

Makasih ya udah baca n comment :). Salam kenal jg. Cerita di blog situ jg bagus, unik...:)

Posting Komentar

Twitter Updates

Recent Post

TITLE--HERE-HERE

Looking for best Information

 
Blog Kata © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters